BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �
Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Saturday, 31 March 2012

8 Larangan Setelah Makan Nasi

Nasi adalah makanan pokok kita,namun tahukan teman – teman ada 8 Larangan Setelah Makan Nasi yang menurut penulis dapat digunakan sebagai acuan agar kita dapat menjalankan hidup sehat.kali ini saya akan membahas mengenai 8 Larangan Setelah Makan Nasi.

Menjaga kesehatan ternyata tidak hanya terpaku pada jenis makanan yang kita makan tetapi apa hal2 yang tidak boleh dilakukan setelah makan. saya akan memberikan beberapa informasi dan semoga dapat berguna untuk teman – teman kaskuser semuanya.Inilah tips2nya,semoga bisa bermanfaat untuk semua :



1. Merokok



Uploaded with ImageShack.us
coba anda bayangkan, merokok itu sudah sangat merusak tubuh terlebih lagi menurut penelitian berikut ini. Menurut penelitian, menghisap sebatang rokok setelah makan sama aja dengan menghisap sepuluh batang rokok..Jadi resiko terserang kangker lebih besar.

2. Makan buah
Uploaded with ImageShack.us

ternyata makan buah setelah makan itu merupakan persepsi yang salah. Menurut tradisi, makan buah adalah sebagai makanan pencuci mulut, padahal makan buah setelah makan membuat perut dipenuhi udara, alias kembung.
Tapi jangan kuatir, buah memang disarankan untuk dimakan, tetapi usahakan makan buah 1-2 jam setelah makan.

3. Minum teh


Uploaded with ImageShack.us
ternyata minum teh setelah makan membuat kandungan protein dalam makanan sulit dicerna. Selain itu, minum teh ternyata membuat zat2 yg terkandung dalam makanan sulit dicerna hampir 80%.

4. Mengendurkan ikat pinggang
Uploaded with ImageShack.us
Ternyata ada hubungan antara ikat pinggang dengan kesehatan loh, mengendurkan ikat pinggang setelah makan dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir saya juga baru mengetahui hal ini.

5. Mandi


Uploaded with ImageShack.us
Ternyata mandi setelah makan membuat darah mengalir ke tangan, kaki, dan badan, sehingga darah di dalam perut akan berkurang. Sehingga menyebabkan pencernaan terganggu dan menurut pengalam pribadi dapat menyebabkan muntah jika mandi setelah makan.

6. Berjalan-jalan
Uploaded with ImageShack.us
Tidak asing lagi bagi kita mendengar kata – kata,”Kalau setelah makan jangan langsung jalan,duduk dulu” Orang jawa bilan nanti bikin “sunduk en”. Ternyata dengan berjalan-jalan menyebabkan tubuh tidak mampu menyerap nutrisi makanan.

7. Tidur


Uploaded with ImageShack.us
setelah makan langsung tidur menyebabkan usus menjadi kembung dan peradangan.

8. Minum air dingin


Uploaded with ImageShack.us
hayo sapa yang hobi minum air dingin..?? Ini lho akibatnya jika minum yang dingin – dingin habis makan. Suhu dingin akibat es yang berkondensasi dengan air, menyebabkan makanan membeku terutama yang mengandung minyak atau lemak. Hingga pada akhirnya lemak itu bisa tertimbun dalam usus dan dapat menyebabkan penyempitan saluran pencernaan dan berujung pada kegemukan
sumber

7 Hal Berbahaya Dalam Keseharian yang Tidak Kita Sadari


1. BEKAS BOTOL MINUMAN

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.



2. PENGGEMAR SATE


Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.




3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.



4. MIE INSTANS


Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.



5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN


Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai ‘pelindung ‘ makanan.att00006
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan .
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.



6. KERTAS


Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb.
Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.


7. STYROFOAM



Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Friday, 15 April 2011

BUNGKUL PARK

Mbah Bungkul Grave is resided in Progo Street and bent of Raya Darmo Street. According to GH Von Faber, that Bungkul funeral Complex had there since Hindu era. The Grave arch and fence are show Java Hindu architecture style at Majapahit era. In that area, there is a real altar that has sacred. Mortal remains ash of Kertanegara’s soldiers, who had die in war in 1270, is also put down on the ground. Around year of 1930, the Graves were resided far before Islam step into Java Island.

Bungkul Park is one of open green scope and pledge culture artifact. The existence of Bungkul Park that encircled by few trees and green grass that has green in the middle of the city, have big benefit, good for nature area and also social environment in vicinity. Open green scope (Ruang Terbuka Hijau - RTH) is the city lung which able to reduce air pollution and become rainwater diffuser.

Since Dutch colonial era, the existence of Bungkul Park defended by the government of town. The location of Bungkul Park that resides in the middle of Dutch real estate can be meant as a respect of the scorpion urban planning planners at that time. Affluence of Darmo area Boulevard does not cause the loss of the grave and Bungkul Park, even this green area has named Boengkoel Park.

From the consideration of history aspect of Bungkul Park, initially this garden has woke up because the existence of history figure such as; Cambodia Queen Mausoleum, Queen Campa, Tumenggung Jayengrono, and Ki Ageng Supo or Empu Supo. Last figure is public / religious figure during Majapahit empire (XV century), who also the parent in law of Raden Rahmat or Sunan Ampel (Kompass, 27/4/ 2002). Because of good relation with Ki Supo, Sunan Ampel efforts to propagated Islam become more success. Ki Supo get titled as Sunan Bungkul or Mbah Bungkul. Mbah Bungkul might be can categorize as local religious man, a historian concept of UGM historian, Sartono Kartodirdjo to call Islamizes figure local storey. His existence is parallel with Syeh Abdul Muhyi (Tasikmalaya), Sunan Geseng (Magelang), Sunan Tembayat (Klaten), Ki Ageng Gribig (Klaten), Sunan Panggung (Tegal), Sunan Prapen (Gresik), and other local religious man.

Precisely in west side if the Grave, there is a piece of open farm which commonly use for various event of Surabaya publics, like sport, artistry, campaign and others. The crowded around Mbah Bungkul grave area colored by the food and beverage merchants. Solvent few big trees are supplying the oxygen for the town and create calm situation around area.

Therefore, Bungkul Park is expected will be built become ideal city park. Where whosoever is freely enjoy the balmy and calm situation without permanent building. There's only fresh green grass where we can sit accompanied by pigeon bird, which fly away and chirp voice of various bird types.

source

Petekan Bridge Surabaya " Ophaalbrug"

The old bridge has been split Kalimas River and has estuary in Madura strait. This bridge is located in Ujung area, at north side of Surabaya, recognized as ‘"Jembatan Petekan". The words of ‘"Petekan" is come from Javanese with the headword ‘"Petek" means depressed, so that if we describe this bridge name is if mechanic knob from this bridge ‘"dipetek" or depressed, hence the bridge will opened.

NV Braat and Co. makes the bridge, which in Dutch language called “"Ophaalbrug"”, around of 1900. The bridge is design able to boost up and degraded because at that moment Kalimas River become the main transportation line of traditional boat, which bring goods to the commerce area in Kembang Jepun.

Petekan Bridge stays about 100 meters from the main gate to The Head Quarters Command of East Region of Indonesia Republic, which is one of Indonesia Military Navy bases.

This bridge is strategic and its located is nearby to Sunan Ampel Mosque, Tanjung Perak seaport as the main economics area and transportation in Indonesia East area. The other installation military like The Head Quarters Command of Marine, Navy Academy, ‘Lantamal’ and other big industry.

Talk about Petekan Bridge, is always related to Kalimas port, which is the first port in Surabaya, traditional individuality. Ahead from this port, we can step into Surabaya, through ‘"Jembatan Merah", up to Grahadi, the residence of the Governor.

source

The Railway Station of Market Turi


Pasar Turi meant "Turi Market". It is named that way because formerly, the public to make it delicious cookery often applies Turi tree leaf. The trees thrive around this area.

Turi Market Station is located in north side of Surabaya city. Nearby Turi Market that is traditional market selling various requirement of family. Start from shoe, sandal until hair business. This market is known as grocery market and retail, bag, shoe, utensil and furniture, clothes, accessories, worker equipment and others.

Turi Market Station is serve north coast route of Java, like Semarang, Cirebon and Jakarta. Rapid train ‘Argo Bromo Anggrek’ requires 9 hours to reach Gambir Station Jakarta with maximum speed out of 110 kilometers per hour. It is expected train Argo Bromo presence, this station play important role after Gubeng Station.

When Argo Bromo train is introduced at the first time in 1995, very enthusiastic public response because as alternative transportation to Jakarta besides aeroplane and bus. For passengers who wish to enjoy the journey and have much time hence is hardly suggested to choose supporting facilities for this transportation. Besides that the train is categorized to safe.

Along the time, the executive train is not expensive thing. All factions now travel with train besides more spaciously parted between it chairs, we also able to walk along to eliminate the tired. This station nearby public small industry likes secondhand motor stock, book stock and secondhand magazine, the center of technique equipment commerce.

source

Surabaya Al-Akbar Mosque: ( The Biggest Mosque in South East Asia )

Be the biggest mosque in Surabaya with modern and unique architecture style; reside in south Surabaya region Pagesangan close to turnpike Surabaya-Gempol. A real Luxury mosque building and respect had become the religion centre of activities for Islam believer in Surabaya. The strategic situation earned easily gone through from various areas outside Surabaya. This mosque is more knowledgeable as The Great Surabaya Mosque.

Al-Akbar Mosque Surabaya stand on a width of 11,2 hectares land, broadly building 28509 square meters. Unique impression from this building lay in unique mosque dome design like lamellar structure with combination of blue and green color, giving cold impression and fresh. It has a main building and two direct penetrative from other buildings to main building. It also had built a tower equipped with a lift that opened for the public.

From this tower we can be enjoyed the view of Surabaya city that real beautiful, especially in nighttime with many town lamps from the physical plant in Surabaya. This mosque is opened on 10 November 2000 by president RI which taken hold of by Abdul Rachman Wachid.
At Sunday morning there are a small market that very crowded to visited.


source

Saturday, 17 April 2010

Flying Rod : Ikan langit yang misterius


Rod yang kadang disebut juga sebagai ikan langit, adalah sebuah ketertarikan baru dalam bidang cryptozoology. Ia adalah makhluk yang terbang dan berputar dengan kecepatan tinggi sehingga sukar ditangkap oleh mata telanjang. Satu-satunya bukti adanya rod adalah gambar yang ditangkap oleh kamera karena kemampuannya menangkap gerakan yang lebih akurat.

Rod yang kadang disebut juga sebagai ikan langit, adalah sebuah ketertarikan baru dalam bidang cryptozoology. Ia adalah makhluk yang terbang dan berputar dengan kecepatan tinggi sehingga sukar ditangkap oleh mata telanjang. Satu-satunya bukti adanya rod adalah gambar yang ditangkap oleh kamera karena kemampuannya menangkap gerakan yang lebih akurat.

Seorang yang bernama Jose Escamilla adalah orang yang pertama kali mengklaim sebagai penemu Rod. Ia menangkap gambar Rod yang sedang terbang dengan kamera saat ia merekam kegiatan Base Jumper di gua Swallow, Meksiko. Jose Camilla bahkan percaya bahwa Rod adalah manifestasi dari Ufo sehingga ia menamai websitenya roswellrods.com, dari kata Roswell dan rods. Roswell adalah sebuah kota di New Meksiko yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan artefak ufo dan tubuh alien oleh pemerintah Amerika Serikat (Area 51).

Entitas ini disebut Rod karena bentuk tubuhnya yang seperti tongkat. Dari observasi lewat kamera, dapat disimpulkan bahwa panjang Rod berkisar antara 10 cm hingga 5 meter. Dan Rod juga dapat mengendalikan arah terbangnya persis seperti burung atau serangga.

Rod memiliki tubuh seperti membran tipis seperti ubur-ubur yang meliputi tulang axis mereka. Beberapa mengklaim bahwa Rod adalah hewan yang belum dikenal dan kemungkinan masih keluarga anomalocarids yang terbang. Beberapa menganggap bahwa Rod adalah sebuah manifestasi UFO yang terbang dengan kecepatan tinggi. Beberapa lagi beranggapan bahwa Rod adalah sebuah trik yang tercipta akibat merekam video dan memutar ulang rekaman tersebut.

Photobucket

Di atas adalah Rod yang terekam oleh kameramen Fox News saat merekam perang Irak.

History Channel pernah mengupas tentang Rod dalam Monster Quest season 1. Saat itu, mereka mengadakan penelitian dengan menggunakan dua kamera. Satu kamera tradisional dan satu lagi kamera berkecepatan tinggi. Kamera tradisional menangkap gambar Rod yang sedang melintas dengan sayap yang mengepak, sedangkan kamera berkecepatan tinggi hanya menangkap seekor serangga yang sedang melintas di ladang.

Tapi para pemercaya Rod mengkritik teori tersebut dan mengatakan bahwa Kamera tradisional tidak mungkin bisa menangkap gambar dengan kejernihan yang tinggi seperti yang terdapat pada gambar-gambar Rod di seluruh dunia.


Di bawah ini sepasang Rod yang terekam dengan jernih terbang keluar dari gua.

Photobucket

Rod putih yang terbang di dekat batang pohon.

Photobucket

Rod terekam kamera halaman parkir.


Photobucket

Sampai saat ini Rod yang misterius masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan ufolog.

(wikipedia)

Baca juga pemecahan misteri Flying Rod di: Misteri Flying Rod - penjelasan.



Friday, 16 April 2010

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan? (menurut banyak Org dari politikus, ilmuan, orang sipi

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan? (menurut banyak Org dari politikus, ilmuan, orang sipiL Dll)

Berikut jawaban-jawaban mereka:
Roy Suryo:
Ini rekayasa, kalau saya teliti dari metadata ayam tersebut bahwa ayam itu telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga jadilah dalam tanda kutep ayam yang sempurna. Jadi bahwa ayam ini adalah rekayasa adalah bhenar bahwa 100% ini adalah rekayasa. (ribet ngomongnya sambil matanya jelalatan)

Guru TK :
Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada
sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan nya jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumiken saja.

Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Ariel:
Karena ingin menghapus jejakmu

Nia Dinata:
Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?

Desi Ratnasari:
No comment!

Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…

Chinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? Karena gak ada owject…biecheeck. …

Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana !
Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana
laahh…
Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf…
(sambil sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden

Gus Dur :
‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!’

Legenda Atlantis, Indonesia Masuk Wilayahnya?


ATLANTIS adalah legenda, Atlantis adalah misteri, dan Atlantis selalu mengundang pertanyaan. Benua yang disebut sebagai taman eden atau surga itu diyakini menjadi pusat peradaban dunia pada zaman es.

Meskipun manusia sudah mencari sisa-sisa keberadaan kota ini selama ratusan tahun dan lebih dari 5.000 buku mengenai Atlantis diterbitkan, tidak ada satu pun yang bisa memastikan di mana sebenarnya Atlantis berada dan benarkah Atlantis itu memang ada atau hanya dongeng yang dikisahkan filsuf Yunani, Plato. Ratusan ekspedisi yang menjelajahi Siprus, Afrika, Laut Mediterania, Amerika Selatan, Kepulauan Karibia hingga Mesir untuk mencari jejak Atlantis pun belum memperoleh bukti valid di mana surga Atlantis berada.

Setelah puluhan wilayah sebelumnya tidak juga memberi bukti valid, Indonesia kini disebut-sebut sebagai tempat Atlantis sesungguhnya, sebuah surga dunia yang tenggelam dalam waktu sehari semalam. Di antara begitu banyak pakar yang meyakini Atlantis berada di Indonesia adalah Profesor Arysio Santos. Geolog dan fisikawan nuklir asal Brasil ini melakukan penelitian selama 30 tahun untuk meneliti keberadaan Atlantis. Lewat bukunya, Atlantis: The Lost Continent Finally Found, Santos memberikan sejumlah paparan serta analisisnya. Santos menelusur lokasi Atlantis berdasarkan pendekatan ilmu geologi, astronomi, paleontologi, arkeologi, linguistik, etnologi, dan comparative mythology.

Menurut Santos, tidak kunjung ditemukannya jejak Atlantis karena orang-orang mencari di tempat yang salah. Mereka seharusnya mencari lokasi tersebut di Indonesia karena berbagai bukti yang kuat mendukung hal tersebut. Pendapat Santos ini memang masih diperdebatkan mengingat hingga kini belum ada ekspedisi khusus untuk mencari lokasi Atlantis di kepuluan Indonesia. Dalam keyakinan Santos, Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan dari India bagian selatan, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Paparan Sunda.

Santos meyakini benua menghilang akibat letusan beberapa gunung berapi yang terjadi bersamaan pada akhir zaman es sekira 11.600 tahun lalu. Di antara gunung besar yang meletus zaman itu adalah Gunung Krakatau Purba (induk Gunung Krakatau yang meletus pada 1883) yang konon letusannya sanggup menggelapkan seluruh dunia. Letusan gunung berapi yang terjadi bersamaan ini menimbulkan gempa, pencairan es, banjir, serta gelombang tsunami sangat besar. Saat gunung berapi itu meletus, ledakannya membuka Selat Sunda. Peristiwa itu juga mengakibatkan tenggelamnya sebagian permukaan bumi yang kemudian disebut Atlantis.

Bencana mahadahsyat ini juga mengakibatkan punahnya hampir 70 persen spesies mamalia yang hidup pada masa itu, termasuk manusia. Mereka yang selamat kemudian berpencar ke berbagai penjuru dunia dengan membawa peradaban mereka di wilayah baru. “Kemungkinan besar dua atau tiga spesies manusia seperti ‘hobbit’ yang baru-baru ini ditemukan di Pulau Flores musnah dalam waktu yang hampir sama,” tulis Santos. Sebelum terjadinya bencana banjir itu, beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara diyakini masih menyatu dengan semenanjung Malaysia serta Benua Asia.

Berdasarkan cerita Plato, Atlantis merupakan negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Dasar inilah yang menjadi salah satu teori Santos mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia. Perlu dicatat bahwa Atlantis berjaya saat sebagian besar dunia masih diselimuti es di mana temperatur bumi kala itu diperkirakan lebih dingin 15 derajat Celsius daripada sekarang. Wilayah yang bermandi sinar matahari sepanjang waktu pastilah berada di garis khatulistiwa dan Indonesia memiliki prasyarat untuk itu. Dalam cerita yang dituturkan Plato, Atlantis juga digambarkan menjadi pusat peradaban dunia dari budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, bahasa, dan lain-lain.

Plato juga menceritakan negara Atlantis yang kaya dengan bahan mineral serta memiliki sistem bercocok tanam yang sangat maju. Merujuk cerita Plato, wilayah Atlantis haruslah berada di daerah yang diyakini beriklim tropis yang memungkinkan adanya banyak bahan mineral dan pertanian yang maju karena sistem bercocok tanam yang maju hanya akan tumbuh di daerah yang didukung iklim yang tepat seperti iklim tropis. Kekayaan Indonesia termasuk rempah-rempah menjadi kemungkinan lain akan keberadaan Atlantis di wilayah Nusantara ini. Kemasyhuran Indonesia sebagai surga rempah dan mineral bahkan kemudian dicari-cari Dunia Barat.

Menurut Santos, pulau-pulau di Indonesia yang mencapai ribuan itu merupakan puncak-puncak gunung dan dataran-dataran tinggi benua Atlantis yang dulu tenggelam. Satu hal yang ditekankan Santos adalah banyak peneliti selama ini terkecoh dengan nama Atlantis. Mereka melihat kedekatan nama Atlantis dengan Samudera Atlantik yang terletak di antara Eropa, Amerika dan Afrika. Padahal pada masa kuno hingga era Christoper Columbus atau sebelum ditemukannya Benua Amerika, Samudra Atlantik yang dimaksud adalah terusan Samudra Pasifik dan Hindia.

Sekali lagi Indonesia memiliki syarat untuk itu karena Indonesia berada di antara dua samudera tersebut. Jika terdapat begitu banyak kemungkinan Indonesia menjadi lokasi sesungguhnya Atlantis lalu, mengapa selama ini nama Indonesia jarang disebut-sebut dalam referensi Atlantis? Santos menilai keengganan Dunia Barat melakukan ekspedisi ataupun mengakui Indonesia sebagai wilayah Atlantis adalah karena hal itu akan mengubah catatan sejarah tentang siapa penemu perdaban. Dengan adanya sejumlah bukti mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia maka teori yang mengatakan Barat sebagai penemu dan pusat peradaban dunia akan hancur.

“Kenyataan Atlantis (berada di Indonesia) kemungkinan besar akan mengakibatkan perlunya revisi besar-besaran dalam ilmu humaniora, seperti antropologi, sejarah, linguistik, arkelogi, evolusi, paleantropologi dan bahkan mungkin agama,” tulis Santos dalam bukunya. Selain Santos, banyak arkeolog Amerika Serikat yang juga meyakini Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land yang luasnya dua kali negara India. Daratan itu kini tinggal Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Salah satu pulau di Indonesia yang kemungkinan bisa menjadi contoh terbaik dari keberadaan sisa-sisa Atlantis adalah Pulau Natuna, Riau.

Berdasarkan penelitian, gen yang dimiliki penduduk asli Natuna mirip dengan bangsa Austronesia tertua. Rumpun bangsa Austronesia yang menjadi cikal bakal bangsa-bangsa Asia merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah keberadaan manusia. Rumpun ini kini tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Rumpun bangsa ini juga melahirkan 1.200 bahasa yang kini tersebar di berbagai belahan bumi dan dipakai lebih dari 300 juta orang. Yang menarik, 80 persen dari rumpun penutur bahasa Austronesia tinggal di Kepulauan Nusantara Indonesia. Namun, pendapat Santos dkk yang meyakini bahwa Atlantis berada di Indonesia ini masih harus dikaji karena kurang dilengkapi bukti-bukti.

Pakar Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Wahyu Hantoro mengatakan analisa Santos masih berupa hipotesa. Wahyu juga menilai pelu dijelaskan lebih lanjut kategorisasi jenis kebudayaan tinggi yang ada pada zaman Atlantis serta gelombang setinggi apa yang bisa membuat Paparan Sunda terbelah.


http://international.okezone.com/

Tuesday, 24 November 2009

misteri hilangnya sang wartawan

kamar itu kini gelap tertinggalkan.Beberapa foto hasil reportase tergantung setelah dikeringkan.
Tampaknya foto tersebut yang menjadi saksi terakhir pada malam sang wartawan itu hilang tanpa jejak.
sementara itu satu minggu telah berlalu.Tidak ada kepastian yang jelas tentang si wartawan.Wartawan itu hanya meninggalkan foto-foto hasil kameranya dan baju-bajunya.

Polisi masih menyelidiki misteri hilangnya sang wartawan.Tapi sampai kini belum mendapat kepastian dimana wartawan itu sekarang.
mereka masih mencari bukti-bukti yang masih tertinggal.

tiga minggu berlalu,sang wartawan tak kunjun ditemukan.Kepolisian segera menyebarkan kabar orang hilang dengan ciri-ciri membawa kameranya dan telanjang (mengingat semua bajunya ditinggalkan).
Ada beberapa ciri yang menonjol dari si wartawan.Salah satu telinganya terdapat bekas luka sepanjang 3cm.Polisi pun semakin semangat untuk mencari si wartawan karena ciri-ciri si wartawan semakin terkuak.
apalagi ada kabar terdengar kalau si wartawan merupakan salah satu aktifis di 3 lembaga masyarakat yang berada di jalur sosial.semakin banyak bantuan yang datang dari rekan-rekannya di LSM.

Mereka sekalian turut membantu polisi menyelidiki kasus ini.Setelah beberapa bulan tak menemukan hasil,akhirnya polisi menemukan sebuah info penting.Info dari bank one di tv one.
ternyata kasus ini ada kaitannya dengan capres dan cawapres.

Setelah diselidiki dengan menyewa detektif terkenal dari jepang yang bernama conan edogawa,ada satu kenyataan yang terungkap.polisi segera menyiapkan segala keperluan operasi gabungan ini.Ini adalah pertama kalinya polisi kuwalahan.Karena itulah TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan beberapa intelegent dikerahkan.

Wartawan lain pun sibuk membuat berita hilangnya rekan mereka.Di headline news, breaking news, semua memberitakan kegagalan operasi gabungan ini.Para pakar sibuk menganalisa kemanakah sang wartawan?

Dan hingga kini pun hilangnya wartawanmasih menjadi misteri. Ia bagaikan hilang di telan bumi.Tak ada yang tau hingga kini.

Monday, 23 November 2009

what do you think about grammar?


Grammar is the study or science of rules for , the combination of a words into sentences (syntax), and the form of the words (morphology). According to Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English The rules exist not just to enable us to be understood but to create a framework in which we may be clearly and quickly understood. Therefore, to facilitate understanding, we have, over time, agreed upon certain traditions of word order, syntax (sentence structure), punctuation, and all of the other elements of what we call grammar. Though grammar may be hard to master, these grammatical conventions make communication easier. They are a means to an end, and those who say that grammar doesn’t matter would deprive all of us of those means. Certainly, the usefulness of some of the finer points of grammar is debatable. We will always have quibbles about when it is proper, for example, to use who and whom. Such controversies often arise because language is dynamic – i.e., it constantly but gradually changes and will continue to do so. In modern times, words and usage have begun to change much more rapidly, partly as a result of faster and more extensive communication among diverse groups with different traditions. Grammatical conventions change too, though far more slowly than vocabulary and usage. Modern English grammar actually differs only slightly The case for proper grammar is quite similar to the case for common courtesy, which also seems to be under attack recently. Both are marks not only of refinement but of civilization. Both comprise traditions that people have agreed upon over time to make our living together a little easier.

Friday, 20 November 2009

Resensi Novel 5 cm


Ada lima sahabat yang telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Mereka adalah Arial yang paling tampan, Riani sebagai satu-satunya wanita dalam kelompok itu, Zafran yang berlagak seperti seorang penyair, Ian yang paling subur badannya, dan Genta yang dianggap sebagai leader dalam kelompok itu. Mereka memiliki kegemaran yang aneh-aneh mulai dari mengunjungi kafe dari yang termahal dan yang termurah, sampai menonton layar tancap. Hingga suatu saat dikarenakan ada rasa bosan satu sama lain, mereka memutuskan untuk tidak saling bertemu dan berkomunikasi selama tiga bulan. Dimana saat itulah mereka menemukan hal-hal baru yang memperkaya hidup mereka sebelumnya. Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya dirayakan dengan sebuah perjalanan. Dimana sebuah perjalanan ini penuh dengan keyakinan, cita-cita, mimpi, dan cinta. Perpisahan dan perjalanan yang mereka lewati ini ternyata telah membuat mereka menjadi manusia yang sesungguhnya, tidak hanya seonggok daging yang hanya bisa bicara, berjalan, dan punya nama.

Novel karangan Donny Dhirgantoro ini memberikan kepada para pembaca suatu ajakan untuk lebih mencintai tanah air yang kaya ini. Penggambaran tokoh-tokoh utama dalam cerita ini cukup spesifik membuat pembaca seolah-olah kenal dengan mereka. Walaupun konflik dalam cerita ini kurang, tetapi cerita ini merupakan cerita yang bagus karena ringan dan mudah dipahami. Didalam cerita ini banyak terdapat lirik-lirik lagu mancanegara sehingga jika tidak semua pembaca tahu bagaimana lagu dari lirik tersebut. Meskipun begitu, cerita ini diselingi dengan kata-kata dan kalimat yang dapat menunjukkan kepada para pembaca bagaimana makna hidup itu dan bagaimana kita menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. Meskipun dalam novel ini tidak diterangkan apakah cerita didalamnya itu bersifat nyata secara keseluruhan atau hanya fiksi tetapi cerita ini telah mampu menghanyutkan pembacanya kedalam sebuah kisah yang bermanfaat bagi seorang manusia.

Sama halnya dengan novel-novel laris yang lainnya seperti Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi, mudah-mudahan cerita dari novel ini secepatnya dapat diangkat ke layar lebar. ^^

Thursday, 19 November 2009

avenged sevenfold biography



“They’re cheesy. They sing nowadays; they should scream like they used to. They’re sellouts.” They fight. They fuck. They destroy hotel rooms. They’re misunderstood. They are warm. They are loyal. They are brave. They are authentic. They are disciplined. As musicians, the members of Avenged Sevenfold are definite virtuosos in a time when being accomplished artists seemingly means so little. They are inquisitive and never fully satisfied with their own work. They seek to grow and improve every day, regardless of the obstacles or costs involved. They are a rock band. They are rock stars. They are Avenged Sevenfold. Avenged Sevenfold, the album, is a self-produced effort. While the band shared co-production credit on 2005’s million-selling City Of Evil with Mudrock, this new album is solely their responsibility — and they’re primed to accept it. But attaining such stature didn’t arrive in an overnight jaunt. To the contrary, Avenged Sevenfold had been an integral part of the independent, underground rock scene years before breaking through on commercial radio. In fact, the Orange County, California-based act launched its career several years ago (they were barely out of high school) with the release of its debut in July 2001 of Sounding The Seventh Trumpet. Miles of van touring ensued, performing in tightly packed clubs, and sweating shoulder-to-shoulder on both national and international levels. Despite the truly D.I.Y. affair (which still found the fledgling act putting on an eye-opening, elaborate stage show), Avenged Sevenfold never offered anything less than a full-throttle set. The band released its second independent full-length in August 2003, Waking The Fallen, a couple years later, greatly expanding on its metal-based foundation and giving us a not-so-subtle nudge that something exciting was in the imminent forecast. Our suspicions were confirmed a couple years later, with Avenged Sevenfold’s breakthrough 2005 Warner Bros. debut, City Of Evil, featuring the wildly popular single “Bat Country.” That was the turning point for the fearless, genre-bending quintet that, after years of clocking in on the independent level, had finally advanced towards a milestone they had been seeking throughout their careers. A7X wrapped 18 months of relentless touring in October 2006 and immediately began writing Avenged Sevenfold. After the success of City Of Evil — where they proved they had truly captured the imagination of music fans of all shapes and sizes — they became the only band to headline Warped Tour and Ozzfest while simultaneously hitting Number One on MTV’s TRL. The natural question was whether the band would continue its creative odyssey or return to the formula that brought them such success on the last go-around. Thankfully, they continued their musical exploration without caving in to any outside influences. For this self-titled release, the act returned to the garage at M. Shadows’ parents’ home where these high-school friends had penned every other song in their discography. The band sought to delve into genres and recording techniques they had discovered on the road. For instance, they wanted to incorporate the narrative lyrics and biting guitar tones they’d admired in country music, as well as the powerful bottom end of hip-hop they felt would only add to the power of their music and message. “All those months on the bus we really weren’t finding new rock that was moving us,” says frontman M. Shadows. “Instead, we were listening to everything from Toby Keith to T.I., and finding elements we could incorporate into what we were doing to make our next record more interesting to us.” In the studio, Avenged Sevenfold enlisted engineers Fred Archambault and Dave Schiffman (System Of A Down, Johnny Cash, Red Hot Chili Peppers), and the team went to work. The resulting sound and rhythm of Avenged Sevenfold is, in a word, eclectic. Yet it’s still trademark A7X. “‘Scream’ has a groove we really wanted to inject into this record,” says guitarist Synyster Gates. “And on ‘Lost,’ you can hear the influence melodic bands like NOFX have always had on our band.” A7X composed the string sections, including the individual instrument orchestration, with the assistance of Marc Mann and Steve Bartek from Oingo Boingo (and who currently orchestrate for Danny Elfman). With the soaring strings in “Afterlife,” the haunting and theatrical performance of “A Little Piece Of Heaven,” or the gentle vocals of a child in “Unbound,” the band’s creative and varied approach is surprising. Percussionist Lenny Castro brought a dynamic to “Brompton Cocktail,” and noted pedal steel and banjo player Greg Leisz added a country flair to the song “Dear God.” Yet as Gates adds, “it’s the dueling guitars, Shadows’ voice and the Rev’s brutality that make every one of the songs sound like Avenged Sevenfold.”
Lyrically, Shadows was striving for something more personal on the new album. “I feel we all experience a certain inner conflict, the push and pull between how we think we should act, or want to act, and the temptations and human instincts that we often blame when we don’t end up being the person we want to be.”
In fact, the album’s first single, “Almost Easy,” focuses on more similar temptations. “Afterlife” addresses the notion of “memento mori,” or the need to remember that death may intervene before we have reconciled differences with friends or loved ones. These guys worked their asses off making Avenged Sevenfold (enlisting studio legend Andy Wallace to mix the record), literally sweating every detail with the same (if not stronger) conviction they had years earlier in trying to prove themselves to the masses. But it’s best you understand what was really going on during the three months these five best friends were holed up making Avenged Sevenfold.